RSS

Menentukan Desain Dapur Sesuai Denagn Kebutuhannya

14 Jun

Menentukan desain dapur tak bisa sembarangan. Perlu diketahui dulu fungsi dan ragam pembagian aktivitas di dapur supaya dapur menjadi nyaman dipergunakan.

Dapur bisa diibaratkan sebagai jantung di sebuah rumah. Berbagai kegiatan yang berkenaan dengan pengolahan makanan, yang merupakan sumber tenaga dan nutrisi keluarga, berlangsung di sini. Pernyataan di atas merupakan salah satu alasan, mengapa dapur sebaiknya didesain dengan baik.

Proses desain dapur tidak bisa sembarangan, karena akan mempengaruhi kenyamanan berkegiatan di dalamnya. Salah satu yang perlu diketahui sebelum mendesain dapur adalah pembagian aktivitas di dapur itu. Salah satunya adalah pembagian dapur berdasarkan fungsinya. Kategori ini membagi dapur menjadi dua, dapur basah dan dapur kering.

Dapur basah adalah area dapur dimana kegiatan masak memasak dilakukan. Mulai dari proses pencucian hingga pengolahan bahan makanan dilakukan di dapur basah.

Dapur kering merujuk pada area dapur yang digunakan untuk kegiatan yang serba ringkas. Seperti menyajikan makanan saat sarapan. Menyeduh secangkir teh atau kopi, juga bisa dilakukan di dapur kering. Dapur kering pun bisa digunakan sebagai area kumpul keluarga, untuk sekedar berbincang-bincang sambil menikmati kudapan atau camilan.

Setelah mengetahui pembagian ini, saatnya membuat perencanaan letak di dapur. Menurut Yuni Jie dalam bukunya Simply Simple , perencanaan dapur sebaiknya mengikuti kaidah segitiga. Kaidah ini dibuat berdasarkan tiga fungsi utama dapur, yaitu penyimpanan, persiapan, dan pengolahan. Berdasarkan kaidah ini, jarak antara lemari pendingin, kompor, dan bak cuci piring haruslah seimbang. Jika ditarik garis di antaranya, haruslah membentuk segitiga. Idealnya, segitiga sama sisi.

 
1 Comment

Posted by on June 14, 2011 in INTERIOR/DESIGN

 

Tags: , , ,

One response to “Menentukan Desain Dapur Sesuai Denagn Kebutuhannya

  1. tjoret cs

    June 20, 2011 at 5:57 am

    Mengutip quotesnya Steve Jobs “Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.” Dapur di asia pada umumnya dan Indonesia khususnya bukan hanya menjadi tempat masak-memasak, namun juga menjadi tempat bersosialisasi antara keluarga, mendidik anak dan sebagainya hal tersebut disatu sisi dapat dilihat sebagai distorsi fungsional, namun disatu sisi juga dapat menjadi aspek yang dapat dijadikan inspirasi dalam mendesain interior. Artikel ini menarik, terutama teori segitiga Yuni Jie tentang perencanaan dapur yang dapat dijadikan salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

    Salam designer.

    http://tjoret.blogspot.com

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: